Parenting dan Anak
Mari Mengenali Perkembangan Otak Anak di Usia 0 – 1 Tahun

Mari Mengenali Perkembangan Otak Anak di Usia 0 – 1 Tahun
Bagi pasangan suami istri yang sedang menanti kehadiran anak di tengah keluarga, kehamilan menjadi kabar gembira yang patut disyukuri. Jika Anda dan pasangan tak sabar menunggu kelahiran sang buah hati, sudahkah bersiap pula untuk masa depannya? Ada baiknya orang tua mempelajari perkembangan otak anak di usia 0-1 tahun. Atau saat anak masih berada dalam kandungan, ketika lahir ke dunia dan tumbuh besar sampai usia satu tahun. Simak baik-baik, ya.

Menurut dokter tumbuh kembang anak dari RS. Dr. Soetomo Surabaya dr. Ahmad Suryawan Sp.A(K), masa penentu pada tumbuh kembang anak dimulai sejak berada di kandungan sampai berusia 3 tahun. Orang tua perlu memerhatikan asupan nutrisi serta dorongan (stimulus) agar anak tumbuh sehat dan cerdas. Selain itu anak pun patut mendapatkan stimulasi yang tepat, sehingga kelak mereka menjadi generasi yang cerdas akalnya dan mulia akhlaknya.
 
Berdasarkan neurosains atau ilmu saraf, otak anak mulai terbentuk sejak usianya 0 tahun. Saat lahir berat otak anak hanya sekitar 400 gram dan belum berkembang secara sempurna. Namun, keadaan tersebut berubah sampai usia anak menginjak 3 tahun. Di mana berat otaknya bertambah mencapai 1100 gram.
 
Sepanjang tahun pertama kehidupannya, otak anak berkembang pesat. Awalnya bayi hanya mampu melihat samar atau berbayang. Berangsur-angsur bayi mampu melihat semakin jelas dengan kedua matanya. Hal ini karena jaringan area otak yang berfungsi bagi indera penglihatan mengalami peningkatan.
 
Begitu pula di area otak kecil atau serebelum yang akan berkembang tiga kali lipat. Anak pun menunjukkan perkembangan pada motoriknya. Sistem limbik yang berfungsi mengatur emosi dan memori bayi juga berkembang pesat ketika bayi berusia 3 bulan. Saat inilah bayi Anda dapat mengenal dan mulai menyimpan memori di otak dengan baik.
 
Ketika bayi berusia 6 bulan, dia mulai mengenali bau tubuh, suara, dan wajah orang terdekatnya. Jika dia mencium, mendengar atau melihat sesuatu yang kurang familiar, bayi pun bisa menangis. Bayi di usia ini mulai merespon sentuhan dan senyuman yang ditujukan padanya. Orang tua dianjurkan untuk sering memeluk dan menyentuh bayinya pada usia ini. Gunakan suara, gerak tubuh, ekspresi wajah untuk membantu bayi belajar mengenali emosi manusia.
 
Masa usia 6-12 bulan, anak mulai senang mengikuti arah mainannya bergerak. Dia juga sering bermain dengan suatu benda mengikuti contoh yang Anda ajarkan. Berikan anak kesempatan untuk eksplorasi berbagai hal di sekitarnya, seperti benda yang sering dilihat. Awasi dan pastikan hal tersebut aman baginya.
 
Orang tua juga bisa melatih koordinasi otot-otot tangan anak di rentang usia ini. Hal tersebut dapat berguna jika kelak anak belajar menulis. Anak pun belajar cara kerja alat atau benda di sekitarnya.
 
Pada saat anak memasuki usia 1 tahun, sirkuit pada otak di bagian samping dan depan mulai terhubung. Maka apa saja yang didengar, dilihat dan tercium bau di sekitarnya melatih stimulus pada panca indera anak. Bahkan setiap kata yang terdengar oleh anak menjadi fondasi bagi kemampuannya berkomunikasi di masa depan.








Parenting dan Anak Lainnya
8 Cara Mengatur Keuangan Keluarga yang Dicontohkan Rasulullah (2)
8 Cara Mengatur Keuangan Keluarga yang Dicontohkan Rasulullah (2)
Selasa, 09 Agustus 2016 02:30 WIB
Ayah Bunda, sebelumnya kita sudah membahas manajemen keuangan mengenai komitmen suami dalam memberikan nafkah dan mengenai orang tua yang wajib untuk dinafkahi. Kita lanjutkan yuk pembahasannya.
Ringkasan Adab-Adab Dalam Memasak
Ringkasan Adab-Adab Dalam Memasak
Sabtu, 06 Agustus 2016 03:00 WIB
Ayah Bunda, segala kegiatan sehari hari yang kita lakukan termasuk memasak juga mempunyai adab. Jika Ayah Bunda memasak dengan menggunakan adab-adab, maka akan mendatangkan keberkahan dan waktu memasak kita dianggap sebagai iabadah dan memperoleh pahala dari Allah. Berikut ini beberapa adab dalam memasak yang dipaparkan oleh Ust. Musthafa Sayani.
Dari Malam ke Malam Jumat
Dari Malam ke Malam Jumat
Jum'at, 17 November 2017 11:09 WIB
Banyak dari Kita menghabiskan waktu dari pagi sampai malam untuk kepentingan dunia. Kita bekerja dengan dalih untuk membuat dapur menyala. Kita lupa bahwa bekerja adalah usaha sedangkan rejeki adalah murni karunia Allah SWT.
Hindari Penyakit Kronis dengan Makan Makanan Berserat
Hindari Penyakit Kronis dengan Makan Makanan Berserat
Senin, 19 Desember 2016 03:46 WIB
Bunda, salah satu makanan yang penting bagi tubuh adalah serat. Bunda perlu memastikan asupan serat yang masuk ke dalam tubuh sudah terpenuhi. Ada banyak manfaat serat bagi tubuh yang mungkin tidak Bunda ketahui. Siapa sangka ternyata serat dapat mencegah penyakit kronis. Hal tersebut dikatakan oleh Dr. Stella Bela, Mgizi, SpGK pada diskusi Forum Ngobras dengan tema ‘Asupan Serat Sejak Dini Cegah Penyakit Kronis’ di Jakarta.

Perlu Bantuan?

Hai, Saya tsania widayati Anda memerlukan bantuan saat belanja produk? Asisten belanja Anda siap membantu Anda, atau Anda membutuhkan informasi lebih lengkap tentang produk-produk kami silahakan hubungi saya.

Hubungi Saya Tentang Saya